song

Kamis, 14 Agustus 2014

Aku dan kenanganku eps 2

Tiba-tiba tata menepuk pundakku "Kiyo-kiyo berhenti" ucap tata Secara spontan aku menginjak rem dan berhenti "Ada apa ta?" Ujarku, tapi tata tak menjawabnya, aku lihat tata sedang memperhatikan seorang pria yang berada tepat disamping seorang wanita yang tak aku kenal sama sekali. "Siapa pria itu ta?"ujarku Tata kembali tak menjawabnya Tapi tiba-tiba aku melihat tata menjatuhkan air matanya ketika memperhatikan pria tersebut. "Kamu tiba-tiba menangis, sebenarnya siapa pria itu ta?" Ujarku Spontan tata mendekapku sambil menangis dibahuku, segera aku keluarkan sapu tangan untuk menghapus air matanya. "sudahlah ta, jangan kamu tangisi" ujarku aku pikir mungkin laki-laki itu kekasihnya "tak ada gunanya kau tangisi, jika memang benar dia jodohmu, dia tak akan meninggalkanmu" ujarku Tangisan tata mulai terhenti "Makasih kiyo, kamu bisa membuatku tenang " ujar tata Aku hanya memberikan sebuah senyuman untuknya. "Ayo ta, kita pulang !" Ujarku Aku antarkan tata ke rumahnya, saat sampai dirumahnya, spontan dia memelukku "makasih kiyo" ujarnya sebelum masuk kerumah. Setelah itu aku bergegas ke rumah, dimalam hari, tak aku duga tata mengirimkan sebuah pesan teks untukku "kiyo" katanya Segera aku membalasnya, "iya ta? Ada apa?" Kataku "Aku gak bisa tidur, aku masih kepikiran kejadian tadi kiyo" katanya "Jangan dipikirin ta, nanti kamu nangis lagi kayak tadi" kataku "Iya, makasih kiyo, kamu udah perhatian sama aku, yaudah aku tidur duluan ya" katanya "iya sama-sama ta"kataku Sudah beberapa hari ini kami selalu bersama-sama, tak ada kabar yang pasti dari kekasih tata, mungkinkah mereka sudah tak memiliki hubungan? Akhir-akhir ini aku merasakan hal aneh yang muncul dalam perasaanku, setiap aku didekat tata, aku bisa merasakannya. Mungkin aku memiliki perasaan padanya. Tak ada keberanian dalam diriku untuk mengatakan perasaan ini padanya, karna aku takut tata berburuk sangka padaku. Mungkin tata akan berpikir aku hanya memanfaatkan situasi atau kekosongan hatinya saat ini. Tapi aku tak mempunyai niat seperti itu, aku mencintainya bukan memanfaatkannya. Hampir setiap hari aku bersama dengannya, aku menantikan momen yang tepat untuk mengatakannya. Suatu rencana ada dibenakku "Ah bagaimana kalo aku ajak tata jalan" karena hari ini weekend, aku segera menghubungi tata. "Selamat pagi ta !"ujarku "Iya pagi kiyo"tata membalasnya, ah suara yang terdengar lemah dan menggoda itu keluar dari sang pemilik bibir tipis. "Ta, hari ini kamu ada acara enggak?"ujarku "Mmmmmmm, gak ada kiyo, emang kenapa?"ujar tata "Eh anu, eh kalo kamu bener gak ada acara kita keluar yuk ?!" Ujarku "Maksudnya? Keluar kemana?" Ujar tata "Kita jalan-jalan ta, itu juga kalo kamu mau, kalo enggak mau, gak papa kok ta" ujarku "Mmmmmm boleh juga, tapi tunggu ya aku mandi dulu !"ujarnya "Ok ta, nanti aku jemput kamu kerumah ! Sampai nanti" Ujarku "Iya kiyo" ujar tata Setelah menghubunginya, aku segera bergegas mandi, setelah itu aku memanaskan kendaraan lalu menuju rumah tata. Sesampai dirumahnya, aku menekan bell dan tak lama kemudian pintu mulai terbuka, dan muncul seorang gadis dibalik pintu yang terbuka. Aku terpesona melihat gadis yang muncul dihadapanku, begitu cantik dan mempesona. Dengan rambut terurai rapi, bibir tipis dengan sedikit lipgloss tanpa make up, dia terlihat sempurna dan dengan dress yang dia pakai. Sempat membuatku diam tanpa sepenggal kata. "Kiyo? Hey kiyo?" Lalu aku tersadar akan suara yang memanggil namaku. "Eh ta" ujarku "Hayo loh ngeliatin aku sampe gitu, mikirin apa hayo?" "Eh, enggak kok ta, aku gak mikirin hal aneh-aneh kok. Cuma aku terpesona aja melihat kecantikan kamu" ujarku "Hah? Ada-ada aja, cantik darimananya coba? Biasa gini dibilang cantik" ujarnya "Enggak ta, serius ini beneran, kamu cantik banget" ujarku "Iya-iya, udah ah jangan dibahas! Malu tahu! Yuk jalan"ujarnya "Ok deh, ayo !"ujarku Kemudian kami berangkat, dan menuju suatu tempat wisata. Diperjalanan kami saling mengobrol tentang tempat-tempat yang terlewati dalam perjalanan. Setengah jam sudah, akhirnya kami sampai ditempat wisata yang kami tuju. Terlihat banyak pasangan kekasih yang berada ditempat ini. Para pengunjung disuguhi tempat-tempat yang bernuansa alam, dan beberapa view pemandangan nan indah yang jarang kami lihat. Kami menikmati suasana ini, tata begitu terlihat sangat senang ke tempat wisata yang aku pilih ini. "Ahhh kiyo, indah sekali tempat ini, selera kamu sama denganku kiyo. Aku lebih suka tempat seperti ini daripada pusat perbelanjaan" ujarnya "Iya ta, haha kebetulan aja sama ta"ujarku Kami terus berjalan-jalan menelusuri tempat ini dan menikmati setiap keindahan tempat wisata ini. "Eh ta, gimana kalo kita makan dulu? Aku lapar nih"ujarku "Boleh, yuk"ujarnya Kemudian kami pergi ke sebuah restoran yang ada ditempat ini. Kami duduk dilantai beralaskan sebuah karpet, karena restoran ini menggunakan konsep lesehan, lalu kami memesan beberapa hidangan. Sambil menunggu hidangan tiba, kami hanya mengobrol dan tak terasa hidangan yang kami pesan akhirnya tiba, kemudian kami menyantapnya sambil menikmati beberapa pemandangan yang disuguhkan. Setelah selesai makan kami melanjutkan lagi wisata. "Ah kapan aku harus mengatakan perasaan ini padanya." aku mengajak tata ke objek wisata berikutnya ditempat ini. "Ayo ta, kita kesini!" Ujarku Sambil menunjuk suatu tempat di denah area wisata ini. "Boleh juga"ujarnya setelah melihat deskripsi tempat yang aku tunjukan. Setelah sampai ditempat itu, tata tertegun melihat view yang disuguhkan ditempat ini. "Kiyo, indah banget tempat ini" ujarnya sambil menikmati pemandangannya. "Iya ta" ujarku Lalu kami duduk ditempat yang sediakan, kami mengobrol sana-sini. Dan terbesit dipikiranku "Ah mungkin sekarang waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaanku ini" Perlahan aku memegang tangannya, lalu tata melihat ke arahku, aku hanya tersenyum, tata membalas dengan senyuman manisnya. Aku semakin bersemangat untuk mengatakan perasaanku padanya. Kemudian aku memulai pembicaraan "Ta... ujarku sambil menatapnya "Iya kiyo?" Ujarnya sambil membalas tatapanku "Bolehkah katakan sesuatu padamu?"ujarku "Boleh"ujarnya sambil menatapku dengan serius "Bolehkah aku memilikimu ? Sebelumnya Aku tak bermaksud memanfaatkan situasi perasaanmu itu, aku hanya benar-benar mencintaimu tulus dari perasaanku ini" ujarku Sejenak tata terdiam, kemudian dia...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar