Setelah viny pergi aku nyari nyari naomi yang ternyata dia
ngumpet di pohon tangannya bentol bentol mungkin digigit nyamuk atau gak kena
ulet gak tau deh gue ceritanya kita langsung pulang aja
“eh kenapa kamu malah duduk di bawah pohon sih?” tanyaku
“tadi aku abis dari wc terus mau nyamperin kamu eh ada viny
aku gak mau ganggu kamujadi aku duduk di bawah pohon deh” jawab naomi
“ih ada ada aja itu kamu jadi bentol bentol gitu , nani
nyampe rumah langsung aku obati yah!” kataku
“Cuma ini yang bisa aku lakuin buat kamu ham!” kata naomi
-0-
Seminggu berllalu setelah naomi bilang itu padaku dan pagi
ini aku bangun dengan tubuh yang agak berat mungkin efek karena aku jadi sering
begadang waktu itu aku bangun jam 5 sengaja mau buatin naomi bekal makan siang
buat di sekolah
“hey !” kata naomi yang mengagetkanku
“eh hey udah mandinya?” tanyaku
“udah dong kamu juga udah kan ini lagi ngapain?” tanyanya
“iya udah dari tadi , ini bekal buat nanti kita di sekolah”
kataku
“ihhh jangan pake tomattttt aku gak suka!” kata naomi
“yaelah padahal enak pake aja yah” kataku memaksa
“terserah deh tapi jangan marah kalo aku gak makan tomatnya
yah!” katanya
Pagi itu meskipun aku merasa pusing tapi masih aja maksain
sekolah dan alhasil di kelas aku Cuma bisa tidur di atas meja sampai akhirnya
waktu istirahat tiba
“ham, mau gak makan bareng sama aku!” ajak viny
“eh viny ayo vin!” kataku
“eh wajah kamu kok pucet bener ham!” kata viny
“ah masa sih aku sehat kok” kataku sambil berdiri
“loh kok” keadaan di sekitar seperti berputar dan kemudian “bruuk”
aku tergeletak di lantai
“illhaaaaaaam” teriakan naomi yang masih bisa aku dengar tapi
tubuhku gak bisa di ajak kmpromi bahkan buka mata aja gak bisa
-0-
Setelah ku sadar aku gak nanya ini dimana soalnya aku yakin
masih hidup haha waktu tersadar aku sudah ada di kamar dan di temani sama viny
“eh vin kok kamu kesini” kataku
“iya tadi sekalian nganterin naomi pulang ham mampir bentar
bolehkan!” kata viny
“boleh banget dong” kataku
“ilhaaaaam udah alhamdulilah udah sadar” kata naomi yang
membawa sekantung apel di tangannya
“iya” jawabku
“kalo kamu sakit kenapa gak bilang bilang sih?” tanya naomi
“habisnya kalo aku sakit kamu ke solah sama siapa coba ?
terus nanti kalo aku gak buatin bekal kamu makan sama apa?” jawabku
“kalo menurut aku sih ilham Cuma mau bertanggung jawab!”
kata viny sambil senyum
“aku gak nyangka kamu mau menjengukku vin!” kataku
“tadikan udah di bilangin sekalian anterin naomi, terus aku
mau tau keadaan kamu abisnya tiba tiba aja pingsan di kelas, udah ke dokter?”
kata viny
“belum, sepertinya sih Cuma flu gak perlu lah nyampe ke
dokter” kataku
“krinng kriiing kriiing” hp viny tiba ttiba berbunyi
“sepertinya itu kakaku , tunggu bentar ya” kata viny meninggalkan
kamarku dan menyisakan aku sama naomi dan suasana disana tersa sangat canggung
dan sempat kita terjebak dalam keheningan beberapa saat
“apamasih ada yang mau kau katakkan?” tanyaku
“masih, tadi aku sudah bilang kan aku gak suka tomat tapi
kamu malah masukin tomat, dan kamu juga gak bilang kalo lagi sakit, aku sempat
mengira kamu marah padaku... dan tadi kalo misalkan gak ada viny gimana aku
bisa pulang?” kata naomi
“hah?? Sebenarnya apa yang kamu katakan?” tanyaku sedikit
marah
“sebenarnya? Aku!” waktu terasa hening dan tiba tiba “mwah”
naomi mencium pipiku suasana menjadi hening sesaat dan tiba tiba suara langkah
kaki datang mendekat dan aku menutup wajahku dengan selimut karena aku tau pasti
itu viny mau masuk ke kamarku wajahku benar benar menjadi merah kaya lobster
bakar , dan benar saja tiba tiba viny masuk kamar
“maaf yah aku agak lama” katanya
“sudah selesai nelponnya?” kata naomi
“sudah, keadaan ilham sekarang gimana?” tanya viny
“dia udah tidur” jawab naomi
“oh gitu yah, ya udah aku pulang dulu deh!” kata viny
Setelah viny pulang di kamar menyisakan aku dan naomi lagi
“maksudmu apa menciumku” kataku
“hah melakukan apa?” tanyanya
“tadi kamu menciumku” kataku
“hehe itu Cuma buat jimat agar kamu cepet sembuh” katanya
sambil senyum
“apa kamu menganggapku bodoh menganggap ciuman sebagai
jimat?” kataku agak marah
“aku tidak bermaksud seperti itu, itu juga sebagai tanda
terimakasihku” katanya agak sedikit kecewa entah lah kenapa
“kau pikir aku ini siapa? Apa semua lelaki akan senang
mendapatkan ciuman darimu?” kataku marah
“tidakkk aku hanya.....” kata naomi sambil nangis dan
sebelum dia beres bicara aku udah potong duluan
“aku yakin kau Cuma menganggap ini sebagai hiburan semata,”
kataku marah
“sudah cukup, mulai besok kamu gak usah kagi ngurus ngurus
hidup ku , lagian kamu emang gak ikhlas ngurusin aku!, BODOH!!!” kata naomi
yang kemudian pergi dari kamarku sambil menangis
Suasana kembali hening dan aku merenungkan apa yang sudah
aku katakan sama naomi dan kenapa juga aku marah sama dia, pikirku
-0-
Waktu itu berlalu dengan cepat dan akhinya pagi baru datang
juga, aku yang masih sakit Cuma bisa tidur di kamar, sedangkan naomi sibuk siap
siap ke sekolah, kemudian ibuku datang membawa makanan
“kamu gak usah sekolah dulu yah” katanya
“terus naomi gimana? Tanyaku
“nanti ibu anterin dia sekalian mau kepasar” kata ibuku
“terus pulangnya gimana? Tanyaku
“kata naomi sih dia bisa minta anter sama yuda “ jawab ibuku
“oh iya deh !” kataku
Waktu berlalu sangat cepat dan gak terasa sudah mulai malam
dan malam itu hujan waktu itu aku masih terbaring di temat tidur padahal
tubuhku sudah terasa sehat tiba tiba
“kriiing kriiiing kriiing” suara telponku
“ya halooo” kataku
“eh ham gimana kamu udah sehat?” tanya yuda
“eh iya yud udah ada apa malem malem gini nelpon?” kataku
“enggak Cuma mau bilang tadi di sekolah naomi kayanya sedih
banget terus aku ajak dia pulang baareng dia malah nolak dan bilang kamu bakal
jemput dia” kata yuda
“hah!” tanpa pikir panjang aku langsung menutup telpon dari
yuda dan langsung menuju ke sekolah menggunakan sepeda “meskipun jarak rumah
dari sekolah deket tapi kalo malam angker bener “ pikirku dan benar saja dia
tidak berani jalan sendiri dia menunggu dibawah tiang lampu deket sekolah
“hah ilham, kenapa?” kata naomi
“kenapa apanya ya jelas lah aku disini jemput kamu, apalagi
emang?” kataku
“eh?” katanya
“ini bukan saatnya bilang eh ayo kita pulang sekarang”
ajakku
“padahal jika kamu mau jemput aku datang lebih awal, bodoh,
dasaar lambat” katanya dengan airmata yang sepertinya akan menetes
“kau ini kenapa? Aku mencemaskanmu” kataku
“mau giamana lagi....” katanya
“hah?” kataku bingung karena kata katanya tidak selesai di
ucapkan dia lalu melempar payungnya
“mau gimana lagi tanpamu aku tidak bisa melakukan apa apa!”
katanya sambil menangis
“eh!kenapa kau tiba tiba begitu?jangan menangis, maaf maaf
aku yang salah” kataku lalu menghampiri dan kupeluk erat dirinya
Setelah dia tenang dan tidak menangis kita pulang berdua
naik sepedah
“kakiku sakit, suasana disana gelap , aku takut!” katanya
“begitu yah?” kataku
“iya” katanya
Bersikap so kuat padahal dia cengeng, takut sendirian tapi
pura pura berani karena dia seperi itu aku jadi berani datang kesini
*flashback off
“hah terus katanya kamu pacaran sama dia jadiannya kapan?”
tanya tata
“jadi lanjut cerita nih?” tanyaku
“iyalah tanggung” kata tata
“ya udah cerita aku jadian sama dia kaya gini........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar